Informasi Serba Definisi

Bagian-bagian Alat Reproduksi Wanita beserta Fungsinya

Bagian-bagian Alat Reproduksi Wanita beserta Fungsinya

Pembelajaran Biologi kali ini dalam blog serba definisi akan menengahkan topik tentang pembahasan alat reproduksi wanita. Disini kita akan mendetilkan bagian-bagian organ apa saa yang menjadi klasifikasi dari bagian alat reproduksi wanita beserta fungsi dari masing-masing organ tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa reproduksi merupakan salah satu langkah mahluk hidup mempertahankan keturunannya. Anatomi alat reproduksi wanita tentunya berbeda dengan pria. Alat reproduksi wanita dibagi dalam dua kategori, yaitu :
  • Alat Reproduksi luar  (Genetalia Eksterna)
    Merupakan organ atau alat kelamin yang tampak dari luar, dapat dilihat bila wanita dalam posisi litotomi.
  • Alat Reproduksi dalam (Genetalia Interna)
    Merupakan organ atau alat kelamin yang tidak tampak dari luar, terletak di bagian dalam dan dapat dilihat dengan alat khusus.

Alat Reproduksi luar(Genetalia Eksterna)

Organ reproduksi eksterna pada wanita sering disebut vulva, mencakup semua organ yang dapat terlihat dari luar. Bagian-bagian dari alat reproduksi luar pada wanita terdiri dari :

1. Mon Veneris

Mons veneris disebut juga dengan Mon pubis, yaitu kulit yang diseliputi oleh lemak yang terletak di atas simfisis pubis. Saat berajak pubertas, kulit mons veneris akan ditutupi oleh rambut keriting yang membentuk escuthceon (membentuk pola seperti segitiga terbalik). Mons veneris menonjol ke bagian depan serta menutup tulang kemaluan (simfisis pubis). Seiring peningkatan usia, jumlah jaringan lemak ditubuh wanita akan berkurang dan rambut pubis akan menipis

2. Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan)

  • Berupa  dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan menonjol yang berasal dari mons veneris dan berjalan kebawah dan ke belakang yang mengelilingi labia minora.
  • Terdiri dari 2 permukaan, yaitu bagian luar yang menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi rambut, dan bagian dalam menyerupai selaput lendir dan mengandung banyak kelenjar sebacea
  • Labia mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang dan batas depan dari perinium  disebut Commisura posterior/ frenulum.
  • Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut, kelenjar lemak, dan kelenjar keringat.
  • Bagian dalam labia mayora mengandung kelenjar lemak,sensitif saat berhubungan seks karena banyak mengandung ujung saraf.

3. Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan)

  • Labia minora terdiri dari dua buah lipatan jaringan yang pipih dan berwarna kemerahan yang terlihat jika labia mayora dibuka.
  • Preputium klitoris merupakan pertemuan lipatan labia minora kiri dan kanan di bagian atas, sedangkan di bagian bawah disebut  dengan Frenulum klitoris.
  • Pada bagian inferior kedua lipatan labia minora memanjang mendekati garis tengah  dan menyatu dengan fuorchette.
  • Labia ini memiliki pembuluh darah.
  • Labia ini analog dengan kulit skrotum pada pria

4. Klitoris

  • Klitoris merupakan korpus panjang kecil dari jaringan erektil yang terletak tepat di atas sudut anterior labia minora.
  • Klitori mengandung banyak urat urat  saraf sensoris dan pembuluh darah, sehingga sangat sensitif terhadap suhu dan sentuhan serta sensasi tekanan.
  • Klitoris ini berfungsi dalam menstimulasi dan meningkatkan keregangan seksual.
  • Glans merupakan bagian ujung badan klitoris yang lebih sensitif dari pada badannya.
  • Panjang klitoris jarang melebihi 2 cm dan bagian yang terlihat adalah sekitar  6x6 mm atau kurang pada saat tidak terangsang dan akan membesar jika secara seksual terangsang

5. Vestibulum

  • Vestibulum adalah suatu bagian berbentuk buah badam yang tertutup oleh labia minora disebelah lateral dan meluas dari klitoris hingga fourchette.
  • Vestibulum merupakan muara dari 6 buah lubang yaitu vagina, urethra, 2 muara kelenjar bartolini yang terdapat di samping dan agak ke belakang dari introitus vagina dan 2 muara kelenjar skene di samping dan agak ke dorsal urethra.

6. Himen (Selaput Dara)

  • Himen atau yang biasa disebut selaput dara, merupakan selaput tipis yang menutupi sebagian lubang vagina luar.
  • Karena himen berselaput tipis, maka akan mudah robek saat berhubungan seksual.
  • Umumnya himen memiliki lubang sebesar  ujung jari yang berbentuk bulan sabit atau sirkular sehingga darah menstruasi dapat keluar.

Alat Reproduksi dalam(Genetalia Interna)

Alat reproduksi bagian dalam pada wanita terdiri dari :

Vagina (Saluran Senggama)

  • Vagina merupakan saluran muskulomembranasea(otot selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar.
  • Dinding depan vagina berukuran 9cm dan dinding belakangnya 11cm.
  • Dinding vagina terdiri atas tiga lapisan yaitu: lapisan mukosa yang merupakan kulit, lapisan otot dan lapisan jaringan ikat.
  • Umumnya vagina memiliki PH sekitar 4-5, sehingga menyebabkan cairan sedikit asam. Sehingga  dengan cairan yang sedikit asam pada vagina dapat memberikan proteksi terhadap penyebaran kuman.
  • Dinding vagina tersusun dalam lipatan (rugae), sehingga memungkinkan vagina untuk mengembang seperti dapat dilaluinya kepala bayi ketika melahirkan.
  • Vagina berfungsi sebagai :
    • lintasan masuknya spermatozoa
    • saluran keluar bagi janin
    • saluran keluar bagi darah haid

Rahim (Uterus)

  • Bentuk rahim menyerupai buah bir yang memiliki berat sekitar 30 gram.
  • Posisi rahim terletak di panggul kecil diantara rektum.
  • Ruangan rahim (uterus) berbentuk segitiga
  • Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapis yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang sehingga dapat memelihara dan mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan.
  • Uterus terdiri atas dua bagian, yaitu korpus (badan) dan serviks (leher).
  • Panjang uterus sekitar 7.5 cm dan lebarnya 5.5 cm serta memiliki kedalaman 2.5 cm
  • Uterus berfungsi dalam hal : sebagai wadah yang sesuai bagi ovum yang sudah dibuahi agar ovum dapat menanam diri 

Tuba Fallopi

  • Tuba falopi sering juga disebut dengan tuba uterina
  • Tuba falopi terdapat pada setiap sisi uterus dan membentang dari kornu uteri ke arah dinding lateral pelvis.
  • Tuba falopi memiliki panjang sekitar 12 cm dan diameter antara 3 sampai dengan 8 mm
  • Tuba Falopii berfungsi:
    • Menangkap ovum yang dilepaskan saat ovulasi
    • Sebagai saluran dari spermatozoa ovum dan hasil konsepsi
    • Tempat terjadinya konsepsi
    • Tempat pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi sampai mencapai bentuk blastula, yang siap mengadakan implantasi

Indung telur (Ovarium)

  • Keberadaan indung telur (ovarium) terletak antara rahim dan dinding panggul, dan digantung ke rahim oleh ligamentum ovarii proprium dan ke dinding panggul oleh ligamentum infundibulo-pelvikum.
  • Ukuran dan bentuk setiap ovarium menyerupai sebuah almon berukuran besar. 
  • Ukuran ovarium dapat menjadi dua kali lipat untuk sementara ketika saat ovulusi.
  • Setiap bulan indung telur mengeluarkan telur (ovum). Ketika dilepaskannya sel telur (ovum), maka wanita disebut dalam masa subur. Ketika menopause semua telur menghilang.
  • Terdapat 2 buah ovarium  yaitu sebelah kiri dan kanan yang berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti :
    • Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan sel ovum.
    • Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.
  • Ovarium berfungsi dalam memproduksi dan menyimpan serta pematangan folikel-folikel ovarium dan pelepasan ovum.

Share this:

You Might Also Like:

Disqus Comments